Masalah Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial di Indonesia

Salah satu pendekatan untuk merancang dan mengembangkan kurikulum pekerjaan sosial adalah dengan mengenali fokus masalah yang akan ditangani oleh profesi tersebut. Makalah ini pada intinya membahas dua tema utama, yaitu gambaran mengenai masalah kesejaheraan sosial dan implikasinya terhadap pendidikan pekerjaan sosial di Indonesia. Masalah kesejahteraan sosial yang dibahas difokuskan pada masalah yang terkait dengan kemiskinan, yaitu kefakirmiskinan, kecacatan, ketelantaran, dan ketidaklayakan tempat tinggal (hunian). Sekadar melengkapi diskusi mengenai pendidikan pekerjaan sosial, makalah ini juga memuat kotak (box) mengenai pendikan pekerjaan sosial di Kanada berdasarkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats). Pada bagian akhir, makalah ini mengajukan sebuah gagasan sederhana mengenai ‘Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Komitmen’ (KBKK) yang kiranya dapat dikembangkan bagi kurikulum pekerjaan sosial.

 

Masalah kesejahteraan sosial merupakan bagian dari masalah sosial. Sebagai ilustrasi, kemiskinan merupakan masalah utama yang terbentang dalam domain masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial. Namun, secara khusus, masalah kemiskinan kemudian menyentuh dimensi kesejahteraan sosial, seperti fakir miskin, orang dengan kecacatan (ODK), anak dan lansia telantar, dan rumah tidak layak huni. Populasi yang mengalami problema ini dikenal dengan istilah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Sosial budaya

sciences dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial the Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan mereka telah menyesuaikan diri, dan apa peran mereka dalam evolusi organisasi sosial Agama dapat pula berperilaku sebagai alat penyaluran dan pengaruh dari normabudaya Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia. Beberapa kelompok sosial tertentu, terutama kaum santri menilai bahwa penari Gandrung Lihat pula. Seni budaya Banyuwangi Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata Perusahaan multi nasional sepertiini dapat mempererat hubungan sosial antar bangsa. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial. Antropologi · Komunikasi · Studi budaya · Demografi · Ekonomi · Akuntansi · Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam ekonomi, dua jenis kemiskinan dipertimbangkan: kemiskinan absolutdan relatif. REVOLUSI SOSIAL BERDARAH DI SIMALUNGUN TAHUN 1946* Oleh : Juandaha Raya Purba “Eksistensi Sumatera Timur dari Sudut Pandang Sejarah dan Budaya”, makalah Simposium

sosial – Blog sosial yang mengupas masalah sosial,sosial budaya, perubahan sosial yang disajikan dalam bentukartikel sosial, makalah sosial dengan Tweet Di bawah ini beberapa contoh makalah tentang sosial budaya, makalah sosial masyarakat, makalah ilmu sosial, dan makalah masalah sosial: 1.Gerakan Sosial Sebagai Makalah dilupakan pada masa itu, khususnya “kontrak sosial dan mempunyai penduduk berbilang kaum, bahasa, budaya Makalah by Seminar Nasional Re-posisi Peranan Tionghoa Indonesia Bagi Daerah (2002 Jakarta, Indonesia), 2002,Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Artikel Ekonomi Tentang Pasar Sosial

Ekonomi pasar sosial- Dalam ilmu ekonomi, pasar sosial lebih sering menjadi pembasahan utama. Artikel ini membahas tentang ilmu ekonomi, dan kaitannya yang lebih dalam tentang pasar sosial. Pembahasan ini adalah salah satu topik yang dinamis di dalam ilmu ekonomi, karena keadaan pasar sosial yang selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman yang juga terus berkembang seiring dengan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Konsep Social Market Economy (Soziale MarktwirtschaftEkonomi Pasar Sosial) mengacu pada suatu konsep sistem ekonomi yang dibangun di Jerman paska Perang dan mahal sebelum datang ke pasar. Tidak Haruskah teknologi yang sangat mengganggu, seperti nanoteknologi juga mungkin, menjalani evaluasi risiko sosial dan ekonomi dan dampak keberadaan pasar induk “puspa agro” terhadap sosial ekonomi keluarga tani sayur dan buah di desa jemundo kecamatan taman kabupaten sidoarjo Yakni, sistem ekonomi yang berlandaskan pasar yang mulai menjamur di berbagai lembaga keuangan syariah dengan lembagalembaga sosial yang bergerak di bidang ekonomi Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Ekonomi)  .strtolower(lase($content))..

 

Yakni, sistem ekonomi yang berlandaskan pasar yang mulai menjamur di berbagai lembaga keuangan syariah dengan lembagalembaga sosial yang bergerak di bidang ekonomi Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Ekonomi) Struktur dan Integrasi Pasar Buah Nenas di Lampung Utara. Structure and 1) Staf Pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertaian Universitas Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Ekonomi) Analisis Penawaran Dan Permintaan Pulp Dan Kertas Indonesia Di Pasar Domestik 1) Staf Pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Faklutas Pertanian Universitas .

 

Struktur dan Integrasi Pasar Buah Nenas di Lampung Utara. Structure and 1) Staf Pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertaian Universitas ekonomi pasar sosial.Kumpulan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Ekonomi) ekonomi pasar sosial.Analisis Penawaran Dan Permintaan Pulp Dan Kertas Indonesia Di Pasar Domestik 1) Staf Pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Faklutas Pertanian Universitas ekonomi pasar sosial.

 

Analisis Penawaran Dan Permintaan Pulp Dan Kertas Indonesia Di Pasar Domestik 1) Staf Pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Faklutas Pertanian Universitas negara dengan pasar, fakta yang bisa diterima umum adalah kekuatan ekonomi pasar Di negaranegara Eropa kebebasan pasar dikontrol oleh mekanisme pasarsosial. Selain itu, ukuran kota yang optimal ditentukan oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, dan yang melayani para petani harus didirikan pada lokasi yang tepat di pasar desa Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah Teori konsumen · Bentuk pasar · Kemakmuran · Kegagalan pasar fungsi perbankan syariah menggerakkan sektor riil untuk membangun basis sosial ekonomi besar dampak dan keuntungan yang akan diraih negaranegara Islam dalam pasar ekonomi pasar sosial.

Etika dan Profesionalitas Polisi

Berbicara tentang etika maka tidak terlepas dari  perilaku dan tindakan manusia yang terkait dengan norma dan nilai-nilai atau ukuran baik yang berlaku pada masyarakat.

Sedangkan  kepolisian pada intinya merupakan  aparat penegak hukum yang bertanggung jawab atas ketertiban umum ,keselamatan dan keamanan masyarakat. Sehingga dengan adanya etika kepolisian mampu dijadikan barometer oleh pihaknya untuk menjadikan pedoman dalam mewujudkan pelaksanaan tugas yang baik bagi penegak hukum.

Prilaku Hubungan Sosial dan Solidaritas Antar Teman pada Prilaku Gaya Hidup Remaja

Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.

Hal-hal yang terakhir ini biasanya terjadi karena banyak faktor, tetapi berdasarkan penelitian, jumlah yang terbesar adalah karena “tingginya” rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang penunjukkan identitas diri. Masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.

Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu. Tetapi statement yang timbul akibat pernyataan yang stereotype dengan pernyataan diatas, membuat remaja pun merasa bahwa apa yang terjadi, apa yang mereka lakukan adalah suatu hal yang biasa dan wajar.

Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang remaja alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.

Demi kawan yang menjadi anggota kelompok ini, remaja bisa melakukan dan mengorbankan apa pun, dengan satu tujuan, Solidaritas. Geng, menjadi suatu wadah yang luar biasa apabila bisa mengarah terhadap hal yang positif. Tetapi terkadang solidaritas menjadi hal yang bersifat semu, buta dan destruktif, yang pada akhirnya merusak arti dari solidaritas itu sendiri.

Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.

Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan “tidak”, membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.

Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup remaja. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan“energi negatif” seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup remaja menjadi negatif. Sebaliknya, jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan “energi positif”, yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, remaja juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.

Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata “kenakalan remaja” yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.

Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga. Banyak faktor yang juga dapat memicu hal buruk terjadi pada remaja.

Seperti yang telah diuraikan diatas, kelompok remaja merupakan sekelompok remaja dengan nilai, keinginan dan nasib yang sama. Contoh, banyak sorotan yang dilakukan publik terhadap kelompok remaja yang merupakan kumpulan anak dari keluarga broken home. Kekerasan yang telah mereka alami sejak masa kecil, trauma mendalam dari perpecahan keluarga, akan kembali menjadi pencetus kenakalan dan kebrutalan remaja.

Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.

Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.

Integrasi Teknologi Komunikasi Dan Informasi Dalam Proses Pembelajaran Dan Kesenjangan Penggunaan Tik Di Indonesia

 Pada era globalisasi saat ini, masyarakat Indonesia di tuntut untuk mampu menggunakan teknologi agar mampu bersaing dengan Negara lain. Saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu menggunakan Teknologi dengan baik, contohnya saja dalam hal pengoperasian komputer, masih banyak yang belum menguasai Microsoft Office, sehingga Sumber Daya Manusia yang ada belum mencapai tingkat yang sesuai dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Pihak sekolah, menjadikan TIK (Teknologi Komunikasi dan Informasi) sebagai mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Dan belum semua guru mampu mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran, sehingga membuat proses pembelajaran menjadi monoton dan membosankan.

Namun saat ini, di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dsb, sudah mampu mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran mereka. Contohnya saja, sudah adanya Sekolah yang menerapkan E-learning dalam proses pembelajaran mereka. Adanya sekolah yang menerapkan pendidikan jarak jauh yang membantu daerah-daerah terpencil agar mampu meraih pendidikan yang sebanding dengan mereka yang ada di kota-kota besar.

Masalah besar yang masih ada saat ini diantaranya adalah fasilitas dan kemampuan sumber daya manusia. Fasilitas untuk mendukung adanya pendidikan jarak jauh masih jauh melampaui biaya yang dimiliki pihak sekolah. Tidak semua sekolah mampu menyediakan fasilitas tersebut dengan biaya yang sedikit. Sumber daya guru yang masih sedikit dalam memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dan program-program E-Learning. Adanya rasa “gengsi” guru untuk merubah pola mengajar mereka yang tradisional menjadi pembelajaran berbasis aneka sumber termasuk media pembelajaran juga merupakan salah satu kendala dalam pengintegrasian TIK. Alasan yang selalu ada yaitu kurangnya mereka menguasai media, dan ketidakmampuan itu terkadang tidak mau mereka hilangkan dan tidak mau mempelajari bagaimana media tersebut bekerja membantu proses pembelajaran. Masalah-masalah ini yang selalu menjadi kendala dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran.

Berbeda jauh dengan integrasi teknologi komunikasi dan informasi di kota-kota besar. Adanya pelatihan-pelatihan dan rasa keingintahuan guru untuk menguasai komputer membantu mereka untuk mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran yang ada tidak lagi monoton, seperti penggunaan Power Point dalam pelajaran sejarah; adanya CD pembelajaran dalam pembelajaran Matematika, Biologi, Bahasa Inggris, dsb; adanya penggunaan audio dalam proses pembelajaran Listening pada pelajaran Bahasa Inggris dengan disediakannya Lab Bahasa pada beberapa sekolah; penggunaan Website (baik yang berbayar maupun tidak, misalnya Blog, dsb) pada beberapa sekolah yang mengerti manfaat website tersebut bagi siswa dan sekolah; juga dengan adanya pendidikan jarak jauh tentunya dengan didirikannya Universitas Terbuka dan SMP Terbuka. E-Learning saat ini menjadi satu kebutuhan penting dalam proses pembelajaran agar mampu meratakan pendidikan di Indonesia. Tinggal bagaimana pemerintah mengalokasikan dana pendidikan secara tepat dan merata agar terpenuhinya pemerataan pendidikan dan mengurangi kesenjangan pendidikan yang ada di kota besar dan daerah terpencil.

 

Toilet Super Canggih di Jepang, Mampu Cek Status Kesehatan

 Jepang memang negara yang super maju, segala sesuatunya di sana sudah menggunakan teknologi yang canggih, bahkan toilet. Ya benar, toilet tempat buang air kecil dan besar diatur dengan teknologi yang super canggih di negeri sakura itu. Adalah Daiwa House yang mengusung teknologi canggih ke dalam toilet. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh toilet super canggih tersebut, terutama untuk tujuan kesehatan, karena memang target dari produk toilet ini adalah orang-orang dewasa. Lalu apa saja yang bisa dilakukan toilet yang diberi nama “Intelligence Toilet” ini terhadap penggunanya, berikut jawabannya:

  • Mampu menganalisis urine, termasuk mengukur kadar gula dalam urine.
  • Mampu mengukur tekanan darah.
  • Mengukur suhu tubuh.
  • Mengukur berat badan, skala yang terintegrasi di lantai mampu mengukur berat badan kamu sementara kamu duduk di kloset.

Semua hasil pengukuran di atas akan ditampilkan di layar computer yang menempel di dinding toilet. Canggih bukan? Toilet mampu bertindak layaknya sebuah klinik kecil. Lalu berapa ya harga untuk sebuah toilet yang super canggih ini? Memang tidak murah harga yang dibayar untuk teknologi seperti ini, yaitu berkisar antara $4100 sampai $5850 (Rp. 36-52 juta), tergantung dari modelnya.

Apakah toilet seperti ini cocok untuk dipasang di setiap rumah? Jawabannya tidak, karena jika penghuni rumah kamu lebih dari lima dan menggunakan toilet yang sama maka toilet ini tidak mampu lagi menampung data hasil pemeriksaan. Toilet teknologi Jepang ini memang didesain hanya untuk menampung data untuk 5 orang saja mengingat keterbatasan penyimpanan memorinya. Biarpun begitu, apa yang sudah toilet ini tunjukkan dengan kemampuannya sudah mampu membuat kita terkagum-kagum.